Aksi Nyata "Tujuan Pembelajaran"

Kamis, Mei 16, 2024 0 Comments A+ a-

 


Pengertian Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai murid pada setiap fase perkembangan, yang dimulai dari fase Fondasi pada PAUD. Capaian Pembelajaran mencakup sekumpulan kompetensi dan lingkup materi, yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.

Konsep Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang diperoleh murid dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran disusun dengan memperhatikan eviden atau bukti yang dapat diamati dan diukur pada murid, sehingga murid dapat dinyatakan mencapai suatu tujuan pembelajaran

1. Kompetensi

Kompetensi merupakan kemampuan yang perlu didemonstrasikan oleh murid untuk menunjukkan dirinya telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran.

2. Lingkup materi

Lingkup materi merupakan konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan yang bisa digunakan guru dalam menyusun tujuan pembelajaran

Contoh Capaian Pembelajaran:

Menganalisis hubungan antara kegiatan manusia dengan perubahan alam di permukaan bumi dan menarik kesimpulan penyebab-penyebab utamanya (akhlak kepada alam).

Cara Menyusun Tujuan Pembelajaran

Sebelum membahas cara menyusun Tujuan Pembelajaran, perlu diketahui bahwa selain kedua komponen di atas, Tujuan Pembelajaran juga harus mengandung unsur ABCD, yaitu:

·         Audience (A)

    Audience adalah siswa yang menjadi subjek dari tujuan pembelajaran tersebut.

·         Behavior (B)

    Behavior adalah perilaku yang dapat mendeskripsikan kemampuan audience setelah pembelajaran.

·         Condition ©

    Condition adalah situasi atau kondisi saat tujuan tersebut diselesaikan.

·         Degree (D)

    Degree adalah standar yang harus dicapai audience sehingga dapat dinyatakan bahwa tujuan pembelajaran telah tercapai.

Penyusunan Tujuan Pembelajaran sebenarnya tidaklah sulit, sama saja rumusan indikator. Berikut adalah langkah-langkah penyusunan Tujuan Pembelajaran.

·         Melakukan analisis setiap dimensi Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan tujuan pembelajaran pada suatu fase.

·         Melakukan analisis Capaian Pembelajaran yang memuat materi dan kompetensi (pengetahuan, keterampilan, sikap).

·         Berdasarkan analisis Capaian Pembelajaran tersebut, tentukan materi utama atau konten inti dari suatu pembelajaran.

·         Menentukan dan merumuskan Tujuan Pembelajaran yang memuat kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan sikap), konten, serta kebermaknaan dalam pembelajaran.

·         Menentukan jumlah jam pelajaran yang diperlukan.

Cara Mengukur Keberhasilan Pencapaian Tujuan Pembelajaran

Guru perlu menentukan kriteria untuk mengetahui apakah seorang siswa berhasil mencapai tujuan pembelajaran atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini berbentuk penjelasan mengenai kemampuan apa yang perlu ditunjukkan siswa sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.

Itu artinya, guru tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak, misalnya 75, 80, dan seterusnya sebagai kriteria. Namun, jika dibutuhkan, guru diperbolehkan untuk menggunakan interval nilai, misalnya 75–80.

 

Ada tiga pendekatan yang bisa digunakan guru untuk menentukan kriteria siswa yang berhasil mencapai tujuan pembelajaran, yaitu:

1. Menggunakan deskripsi kriteria

Contoh, pada tugas menulis laporan mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru menetapkan kriteria keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran berupa laporan menunjukkan kemampuan penulisan teks eksplanasi dengan runtut.

2. Menggunakan rubrik

Contoh, pada tugas menulis laporan mata pelajaran Bahasa Indonesia, ada dua bagian yang menjadi kriteria keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, yaitu isi laporan dan penulisan.

Dalam rubrik terdapat empat tahap pencapaian, yaitu baru berkembang, layak, cakap hingga mahir. Dalam setiap tahapan ada deskripsi yang menjelaskan performa siswa.

3. Menggunakan skala atau interval nilai

Selain deskripsi kriteria dan rubrik, guru juga dapat menggunakan skala atau interval nilai untuk menentukan kriteria keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Untuk menggunakan skala atau interval nilai ini, guru harus menentukan terlebih dahulu intervalnya dan langkah selanjutnya yang akan dilakukan pada siswa.

Sebagai contoh skala atau interval 0–40% artinya siswa belum berhasil mencapai tujuan pembelajaran sehingga harus melakukan remedial.

Terima Kasih