Aksi Bergizi di SMK Gondang: Sarapan Sehat dan Senam Bersama

Minggu, Januari 18, 2026 0 Comments A+ a-



 


Aksi Bergizi di SMK Gondang: Sarapan Sehat dan Senam Bersama

SMK GONDANG, WONOPRINGGO  – Dalam upaya komprehensif untuk menekan angka prevalensi anemia dan meningkatkan standar kesehatan peserta didik, SMK Gondang menyelenggarakan agenda "Aksi Bergizi" secara kolektif di lapangan utama sekolah. Kegiatan ini merupakan bentuk internalisasi pola hidup sehat yang menyasar para remaja putri melalui pendekatan aktivitas fisik dan intervensi nutrisi yang terukur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi senam kebugaran jasmani sebagai pre-kondisi fisik bagi para siswi. Dengan mengenakan seragam olahraga berwarna hijau dan oranye, ratusan peserta didik mengikuti instruksi gerak dengan antusiasme tinggi. Aktivitas fisik massal ini bertujuan untuk mengoptimalkan metabolisme tubuh sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya mobilitas fisik rutin di lingkungan pendidikan.

Sinergi Edukasi dan Sosialisasi dari Dinas Kesehatan

Melengkapi aspek aktivitas fisik, agenda ini menghadirkan tim ahli dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan untuk memberikan sosialisasi kesehatan yang mendalam. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya literasi nutrisi bagi remaja, khususnya dalam memahami komposisi "Isi Piringku" yang mencakup asupan karbohidrat, protein, serta serat secara seimbang.

Pihak Dinkes juga memberikan edukasi krusial terkait urgensi konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai langkah strategis dalam mencegah risiko anemia yang dapat menghambat fungsi kognitif dan konsentrasi belajar siswa. Melalui sosialisasi ini, para siswi diharapkan memiliki pemahaman mandiri untuk menjaga status gizi mereka secara berkelanjutan.

Implementasi Pola Konsumsi dan Intervensi Medis

Sebagai tindak lanjut dari materi edukasi, kegiatan diteruskan dengan sesi sarapan sehat bersama beralaskan terpal di area terbuka sekolah. Para siswi membawa bekal bernutrisi yang disiapkan dari rumah, yang kemudian dipantau langsung untuk memastikan kesesuaian dengan standar kecukupan gizi harian. Momen ini sekaligus menjadi ajang praktik langsung bagi siswa dalam menerapkan pola makan yang tepat sebelum memulai aktivitas akademik.

Agenda ditutup dengan pendistribusian dan konsumsi TTD secara serentak yang dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Sinergitas antara institusi pendidikan dan otoritas kesehatan ini menegaskan komitmen sekolah dalam menciptakan ekosistem belajar yang sehat, di mana kebugaran fisik menjadi variabel utama dalam menunjang prestasi intelektual siswa.